19.9 C
Los Angeles
October 24, 2019
Nasional News Regional Semua Kategori

Istilah “Ngopi” Jadi Kode Suap di PN Jaksel

Istilah Ngopi Jadi Kode Suap di PN Jaksel

KPK sudah mengidentifikasi penggunaan istilah “ngopi” terkait suap hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, R Iswahyu Widodo dan Irwan.

Iswahyu dan Irwan menjadi tersangka bersama Panitera pengganti PN Jaktim Muhammad Ramadhan, seorang pengacara, Arif Fitrawan, dan pihak swasta Martin P Silitonga. Istilah “ngopi” digunakan oleh para pihak yang telah ditetapkan tersangka itu terdeteksi dalam komunikasi di antara mereka sebelum penyerahan uang. Dua hakim dan seorang panitera itu diduga menerima uang sebesar 47 ribu Dolar Singapura dari Arif dan Martin.

“Dalam komunikasi teridentifikasi kode yang digunakan adalah “ngopi” yang dalam percakapan disampaikan ‘bagaimana, jadi ngopi enggak’,” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu malam, 28 November 2018.

Proses penyerahan uang dilakukan Arif kepada Ramadhan pada Selasa 27 November 2018. Uang sejumlah Rp500 juta terkait gugatan perdata pembatalan perjanjian akuisisi PT Citra Lampia Mandiri (CLM) oleh PT Asia Pacific Mining Resources (APMR). Perkara perdata ini terdaftar dengan Nomor 262/Pdt.G/2018/PN Jaksel.

Sejumlah uang tersebut diduga sebagai “pelicin” agar majelis hakim membatalkan gugatan yang dilayangkan Isrulah Achmad. Sementara pihak tergugat dalam perkara itu adalah Williem JV Dongen dan turut tergugat PT APMR dan Thomas Azali. Rencananya perkara perdata ini diputus hari ini, Kamis 29 November 2018.

 

 

 

Baca selengkapnya di viva.co.id pada (29/11/2018) dengan judul “Kata ‘Ngopi’ Jadi Kode Suap Hakim dan Panitera di PN Jaksel”.

Related posts

Michael Bublé Akan Pensiun Dari Musik Pada Puncak Karirnya

admin

Enam Kiat Berolahraga Saat Musim Hujan

admin

McLaren Speedtail Akan Menjadi Supercar Tercepat

admin

Leave a Comment