9.8 C
Los Angeles
March 24, 2019
Bisnis Ekonomi Internasional Nasional News Semua Kategori

Indonesia Mempertanyakan Pengumuman Pemindahan Kantor Kedutaan Australia Di Yerusalem

Indonesia Mempertanyakan Pengumuman Pemindahan Kantor Kedutaan Australia Di Yerusalem

Indonesia pada hari Selasa memberikan perhatian atas pengumuman Perdana Menteri Australia Scott Morrison bahwa dia secara terbuka berniat untuk memindahkan kedutaan negaranya di Israel ke Yerusalem.

“Indonesia prihatin dengan masalah ini dan mempertanyakan kelayakan pengumuman itu,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Palestina Rayid al-Maliki, yang saat itu sedang berkunjung ke Jakarta.

Usulan Morrison mengikuti pengumuman serupa oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada bulan Desember tahun lalu.

Pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel memicu kecaman internasional, dengan Indonesia menjadi salah satu yang paling vokal dalam pertentangannya. Indonesia mengumpulkan dukungan untuk Palestina melalui berbagai platform, termasuk Organisasi Kerjasama Islam.

Meskipun demikian, Amerika Serikat melanjutkan rencananya dengan merelokasi kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada bulan Mei.

Al-Maliki menggambarkan pengumuman itu sebagai “berita sedih” dan mengatakan Australia akan melanggar beberapa Resolusi Dewan Keamanan PBB, termasuk No. 478 tahun 1980.

Resolusi mengutuk upaya Israel untuk mencaplok Yerusalem Timur dan menyatakan bahwa Dewan Keamanan tidak akan mengakui deklarasi Israel Yerusalem sebagai ibukotanya.

Indonesia menegaskan kembali pentingnya solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina minggu ini.

“Indonesia telah meminta Australia dan negara-negara lain untuk melanjutkan dukungan mereka untuk perdamaian di Palestina dan Israel, menurut hukum internasional, dan menahan diri dari mengambil langkah-langkah yang dapat mengancam perdamaian, stabilitas dan keamanan di dunia,” kata Retno.

Indonesia dan Australia menutup pembicaraan tentang kesepakatan perdagangan bilateral pada bulan Agustus, setelah bertahun-tahun bernegosiasi. Kedua tetangga akan menandatangani perjanjian pada akhir tahun ini.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa Jakarta tidak mempertimbangkan untuk menunda perjanjian, meskipun ada sikap baru Australia terhadap Israel, menurut laporan Reuters.

Baca Juga:  5 Hal Yang Disorot Dari Pernyataan Farewell CEO Instagram

Indonesia telah menjadi pendukung setia Palestina, dan menjadi tuan rumah pekan solidaritas bagi bangsa Timur Tengah di Jakarta minggu ini.

 

 

Sumber :

Berita

Gambar

Related posts

Banyuwangi Dijelajahi Influencer dan Blogger Mancanegara Untuk Promosi Wisata

admin

Bank Indonesia Menerbitkan Sukuk Demi Likuiditas Pasar Sekunder

admin

Pengalaman Pertama Punya Mobil Ayla

admin

Leave a Comment